LUMAJANG, – Suasana demokrasi terasa kental di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Miftahul Midad Lumajang. Ratusan mahasiswa menggunakan hak pilih mereka dalam ajang Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) untuk memilih Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) baru,.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, proses pemilihan kali ini mendapat perhatian langsung dari jajaran pimpinan tertinggi kampus. Ketua STIT Miftahul Midad, KHITTOTUN NAHIDIN, M.Pd, didampingi oleh Wakil Rektor II, CHOIRON FIRMANSYAH, M.Pd, terlihat turun langsung meninjau Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di area kampus.
Kehadiran kedua pimpinan t bukan hanya sekadar seremonial, tetapi untuk memastikan seluruh tahapan Kegiatan berjalan sesuai asas Luber Jurdil (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil). Proses pemilihan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Para mahasiswa tampak antusias mengantre di bilik suara untuk memilih calon pemimpin mereka untuk satu periode ke depan.
Ketua STIT Miftahul Midad, KHITTOTUN NAHIDIN, M.Pd, menyatakan bahwa PEMIRA adalah bagian krusial dari pendidikan politik dan kepemimpinan bagi mahasiswa."Kampus adalah laboratorium miniatur demokrasi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara organisasi dan politik," ujar Khittotun Nahidin saat ditemui di sela-sela peninjauan di kampus STIT Miftahul Midad.
Ia menegaskan \bahwa regenerasi kepemimpinan di tingkat DEMA dan HMPS sangat penting untuk menjaga dinamika dan kreativitas organisasi kemahasiswaan. "Kami dari jajaran pimpinan hadir untuk memberikan dukungan moril. Siapapun yang terpilih nanti, mereka adalah kader-kader terbaik yang siap mengemban amanah dan memajukan kampus," tegasnya.
Senada dengan Ketua STIT, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, CHOIRON FIRMANSYAH, M.Pd, menyoroti pentingnya sinergi antara organisasi mahasiswa dan pihak rektorat."Pesta demokrasi ini harus menghasilkan pemimpin yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan mampu bersinergi," kata Choiron Firmansyah.
Warek II juga mengingatkan bahwa kepengurusan baru nanti akan mengelola program dan anggaran. Oleh karena itu, integritas dan tanggung jawab adalah mutlak diperlukan.
"Kami siap mendukung program-program unggulan DEMA dan HMPS. Kami berharap, kepengurusan baru dapat menjalankan roda organisasi dengan profesional, transparan, dan akuntabel. Ini adalah latihan kepemimpinan yang sesungguhnya," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan (Kapan/When), proses pemungutan suara telah ditutup dan panitia Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) tengah bersiap melakukan proses penghitungan suara yang diperkirakan akan selesai pada malam hari.
STIT Miftahul Midad
Jl. Musi No. 17 Sumberejo - Sukodono - Lumajang - Jawa Timur
Prodi
Sarana
Copyright © 2021 - STIT Miftahul Midad